PENGATUR MOTOR DC IC 555 METODE PWM
Dosen Pengampu :
Imam
Wahyudi Farid, S.T,M.T.
Ciptian
Waried Prianada, S.ST.,M.T.
Oleh :
|
Rahmatullah Hidayat |
(10311810000027) |
Institut
Teknologi Sepuluh Nopember
Departemen
Teknik Elektro Otomasi
Surabaya
2020
PENDAHULUAN
a)
Latar
Belakang
Pengertian PWM (Pulse Width
Modulation atau Modulasi Lebar Pulsa) – Rangkaian-rangkaian seperti Inverter, Konverter, Switch
mode power supply (SMPS) dan Pengontrol kecepatan (Speed Controller) adalah
rangkaian-rangkaian memiliki banyak sakelar elektronik di dalamnya.
Sakelar-sakelar elektronik yang digunakan pada rangkaian tersebut umumnya
adalah komponen elektronik daya seperti MOSFET, IGBT, TRIAC dan lain-lainnya.
Untuk mengendalikan sakelar elektronik daya semacam ini, kita biasanya
menggunakan sesuatu yang disebut sinyal PWM (Pulse Width Modulation). Selain
itu, sinyal PWM juga sering digunakan untuk mengendarai motor Servo dan juga
digunakan untuk melakukan tugas-tugas sederhana lainnya seperti mengendalikan
kecerahan LED.
b) Rumusan masalah
- bagaimana mengatur kecepatan motor dc dengan IC NE
555
-
bagaimana merancang sebuah modul PWM
-
bagaimana merancang sebuah modul driver motor
- apa
yang mempengaruhi kecepatan motor DC
c) Tujuan praktikum
a)
memenuhi syarat untuk menyelesaikan tugas mata
kuliah kontrol gerak
b)
mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dan
dipelajari selama menumpuh pendidikan di institut teknologi sepuluh nopember
c)
membuat modul pengatur kecepatan motor dc
d)
Memahami prinsip kerja pwm
BAB 2
METODOLIGI
PRAKTIKUM
ALAT DAN BAHAN
• IC NE 555
• Mosfet
IRFZ 44N
• Resistor
1k dan 470
• Diode
1N4007
• Diode
1N4148
• Elcho
1000u
• Kapasitor
1n&100n
• Potensio
5k
• Motor dc
• Pcb matriks
• Kabel
jumper
DASAR
TEORI
1. IC NE 555
Nama aslinya adalah SE555/NE555 dan
dijuluki sebagai “The IC Time Machine”.
Pada dasarnya aplikasi utama dari IC NE555 ini digunakan
untuk timer (pewaktu) dengan operasi rangkaian monostable
dan pulse generator (pembangkit pulsa) dengan operasi rangkaian astable. Selain
itu, dapat juga digunakan sebagai Time Delay Generator dan Sequential Timing.
IC NE555 ini memiliki 8 pin yang tiap kakinya memiliki konfigurasi yang berbeda
beda.

2. PENGERTIAN
PWM
PWM adalah kepanjangan
dari Pulse Width Modulation atau dalam bahasa Indonesia
dapat diterjemahkan menjadi Modulasi Lebar Pulsa. Jadi pada dasarnya, PWM
adalah suatu teknik modulasi yang mengubah lebar pulsa (pulse width) dengan
nilai frekuensi dan amplitudo yang tetap. PWM dapat dianggap sebagai kebalikan
dari ADC (Analog to Digital Converter) yang mengkonversi sinyal Analog ke
Digital, PWM atau Pulse Width Modulation ini digunakan menghasilkan sinyal
analog dari perangkat Digital (contohnya dari Mikrokontroller).Untuk lebih
memahami apa yang dimaksud dengan PWM atau Pulse Width Modulation ini. Kita
coba melihat contoh dari sinyal yang dihasilkan oleh Mikrokontroler atau IC
555. Sinyal yang dihasilkan oleh Mikrokontrol atau IC555 ini adalah sinyal pulsa
yang umumnya berbentuk gelombang segiempat. Gelombang yang dihasilkan ini akan
tinggi atau rendah pada waktu tertentu. Misalnya gelombang tinggi di 5V dan
paling rendah di 0V. Durasi atau lamanya waktu dimana sinyal tetap berada di
posisi tinggi disebut dengan “ON Time” atau “Waktu ON” sedangkan sinyal tetap
berada di posisi rendah atau 0V disebut dengan “OFF Time” atau “Waktu OFF”.
Untuk sinyal PWM, kita perlu melihat dua parameter penting yang terkait
dengannya yaitu Siklus Kerja PWM (PWM Duty Cycle) dan Frekuensi PWM (PWM
Frequency).
Siklus Kerja PWM (PWM Duty Cycle)
Seperti
yang disebutkan diatas, Sinyal PWM akan tetap ON untuk waktu tertentu dan
kemudian terhenti atau OFF selama sisa periodenya. Yang membuat PWM ini
istimewa dan lebih bermanfaat adalah kita dapat menetapkan berapa lama kondisi
ON harus bertahan dengan cara mengendalikan siklus kerja atau Duty Cycle
PWM.Persentase waktu di mana sinyal PWM tetap pada kondisi TINGGI (ON Time)
disebut dengan “siklus kerja” atau “Duty Cycle”. Kondisi yang sinyalnya selalu
dalam kondisi ON disebut sebagai 100% Duty Cycle (Siklus Kerja 100%), sedangkan
kondisi yang sinyalnya selalu dalam kondisi OFF (mati) disebut dengan 0% Duty
Cycle (Siklus Kerja 0%).
Rumus untuk menghitung siklus kerja atau
duty cycle dapat ditunjukkan seperti persamaan di bawah ini.
Duty
Cycle = tON / (tON + tOFF) Atau Duty Cycle = tON /
ttotal Dimana :
- tON =
Waktu ON atau Waktu dimana tegangan keluaran berada pada posisi tinggi
(high atau 1)
- tOFF =
Waktu OFF atau Waktu dimana tegangan keluaran berada pada posisi rendah
(low atau 0)
- ttotal =
Waktu satu siklus atau penjumlahan antara tON dengan
tOFF atau disebut juga dengan “periode satu
gelombang”
Siklus Kerja = Waktu ON / (Waktu ON + Waktu OFF) Gambar berikut ini mewakili sinyal PWM dengan
siklus kerja 60%. Seperti yang kita lihat, dengan mempertimbangkan seluruh
periode waktu (ON time + OFF time), sinyal PWM hanya ON untuk 60% dari suatu
periode waktu.
Frekuensi PWM (PWM Frequency)
Frekuensi
sinyal PWM menentukan seberapa cepat PWM menyelesaikan satu periode. Satu
Periode adalah waktu ON dan OFF penuh dari sinyal PWM seperti yang ditunjukkan
pada gambar di atas.
Berikut
ini adalah Rumus untuk menghitung Frekuensi :
Frequency = 1 / Time Period
Keterangan
: Time Periode atau Periode Waktu = Waktu ON + Waktu OFF
Biasanya
sinyal PWM yang dihasilkan oleh mikrokontroler akan sekitar 500 Hz, frekuensi
tinggi tersebut akan digunakan dalam perangkat switching yang
berkecepatan tinggi seperti inverter atau konverter. Namun tidak semua
aplikasi membutuhkan frekuensi tinggi. Sebagai contoh, untuk mengendalikan
motor servo kita hanya perlu menghasilkan sinyal PWM dengan frekuensi 50Hz,
frekuensi sinyal PWM ini juga dapat dikendalikan oleh program untuk semua
mikrokontroler.
Perbedaan antara Siklus Kerja (Duty Cycle)
dengan Frekuensi sinyal PWM
Siklus
kerja dan frekuensi sinyal PWM sering membingungkan. Seperti yang kita ketahui
bahwa sinyal PWM adalah gelombang persegi dengan waktu ON dan waktu OFF. Jumlah
dari Waktu ON (ON-Time) dan Waktu OFF (OFF-Time) ini disebut sebagai satu
periode waktu. Kebalikan dari satu periode waktu disebut frekuensi. Sementara
jumlah waktu sinyal PWM harus tetap dalam satu periode waktu ditentukan oleh
siklus kerjaPWM.
Sederhananya,
seberapa cepat sinyal PWM harus dihidupkan (ON) dan dimatikan (OFF) ditentukan
oleh frekuensi sinyal PWM dan kecepatan berapa lama sinyal PWM harus tetap ON
(hidup) ditentukan oleh siklus kerja sinyal PWM.
Bagaimana cara menghitung tegangan output
sinyal PWM?
Tegangan
output sinyal PWM yang telah diubah menjadi analog akan menjadi persentase dari
siklus kerja (Duty Cycle). Misalnya jika tegangan operasi 5V maka sinyal PWM
juga akan memiliki 5V ketika tinggi. Apabila Duty Cycle atau siklus kerja
adalah 100%, maka tegangan output akan menjadi 5V. Sedangkan untuk siklus kerja
50% akan menjadi 2.5V. Demikian juga apabila siklus kerja 60% maka Tegangan
Output analognya akan menjadi 3V.
Rumus
perhitungan tegangan output sinyal PWM ini dapat dilihat seperti persamaan
dibawah ini:
Vout = Duty Cycle x Vin
Contoh Kasus Perhitungan PWM :
Desain
PWM dengan siklus kerja 60% dengan frekuensi 50Hz dan Tegangan Input 5V.
Penyelesaiannya
:
Diketahui
:
Duty
Cycle : 60%
Frequency : 50Hz
Vin : 5V
Mencari
Time Period atau Periode Waktu :
Time
Period = 1 / 50Hz
Time Period = 0,02 detik atau 20 milidetik
Mencari
Waktu ON (ON-Time) dengan siklus kerja 60% (0,6)
Duty
Cycle = tON / (tON + tOFF)
0,6 = tON / (tON + tOFF)
0,6 = tON / 20 milidetik
tON = 0,6 x 20 milidetik
tON = 12 milidetik
Mencari
Waktu OFF (OFF-Time)
tOFF = ttotal – tON
tOFF = 20 – 12
tOFF = 8 milidetik
Mencari
Tegangan Output
Vout = Duty Cycle x Vin
Vout = 60% x 5V
Vout = 3V
Hasil
dari Perhitungan diatas dapat digambarkan menjadi seperti grafik dibawah ini :
Motor Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik
menjadi energi kinetik atau gerakan (motion).
Motor DC ini juga dapat disebut sebagai Motor Arus Searah. Seperti namanya, DC
Motor memiliki dua terminal dan memerlukan tegangan arus searah atau DC (Direct Current) untuk dapat
menggerakannya. Motor Listrik DC ini biasanya digunakan pada
perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang menggunakan sumber listrik DC
seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik DC. Dengan mengetahui sinyal
tegangan kitaa dapat mengatur kecepatan perputaran motor dengan mudah.
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari alat yang saya buat dapat disimpul kan bahwa pwm merupakan adalah salah satu teknik modulasi
dengan mengubah lebar pulsa (duty cylce) dengan nilai amplitudo dan
frekuensi yang
tetap dan disini saya memanfaatkan potensio sebagai pengubah besar pulsa yaitu
dengan menaikkan tegangan v in nya dari 0%-100%





Komentar
Posting Komentar